Dalam kesunyian
malam
Kerinduan yang
membara dalam kebekuan malam
Menyadarkan ku
akan secercah harapan yang menungguku
Di antara pintu
logika dan kenyataan
Terbawa kembali
kenangan yang bersemayam dalam memori
Akan seseorang
yang memperbudak hatiku dengan tatapannya
Yang tak
memberiku kesempatan untuk menolak
Ketidaklaziman
pun terjadi
Tak peduli
dimanapun ku pijakkan kakiku di atas bumi
Ku selalu
mengharapkan dirinya
Keramaian manusia
laksana sebuah bayangan diri yang mengikuti
Sama sekali tak
berarti di antara sinar mentari
Ketika
kebimbangan untuk melangkah adalah iblis
Yang tak pernah puas hingga ku terpuruk
Dalam paradigma yang mencekik jantungku
Dengan perlahan tapi pasti
Waktu adalah dua sisi mata uang
Yang akan menghakimiku nanti
Dengan kepastian takdir yang ku gariskan sendiri dikedua tanganku
Entah aku masih hidup jika kehilangan dirinya
Namun dia tak tahu apa arti ini semua bagiku
Belum….Dia belum tahu…..
Wahai yang terindah……kaulah satu-satunya jawaban
Kaulah yang akan menyinari kegelapan
Dalam sanubariku yang haus akan dirimu
Makassar, 4 Maret 2007; 1:09 am
Andhika Uzumaki
For Hentai Poets Society
0 komentar:
Post a Comment